"Hidupmu ada di tangan Tuhan"
Nama saya Selia. Saya berumur 22 tahun. Saya berasal dari sebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian. Sejak kecil saya sering diberi nama julukan sampai saya memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA). Nama julukan yang diberikan kepada saya sejak kecil, mungkin sekarang di kenal dengan kata Bullyng. Bullyng adalah suatu bentuk perilaku yang agresif dengan kekuatan yang domain, yang dilakukan berulang kali dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lemah darinya. Bullying juga memiliki banyak bentuk. Bullying secara fisik, psikologis dan verbal. Diantara ketiga macam bentuk-bentuk bullying, saya menglami salah satunya, yaitu bullying verbal, dipanggil dengan nama julukan. Kenapa saya berkata demikian, hal itu karena nama yang diberikan kepada saya selalu bersifat memojokan dan bersifat menjatuhkan.
Ketika saya berusia kurang lebih sekitar 3-5 tahun, saya di panggil dengan nama julukan Gadudi (anak yang memiliki banyak luka di tubuhnya), kemudian karena rambut saya keriting dan tidak diurus sampai penuh dengan kutu di rambut maka orang memanggil saya dengan julukan kekike dan kribo. Tidak habis disitu, karena saya mempunyai wajah yang lebar, hidung yang pesek maka orang-orang memberikan nama julukan ke saya Ponoso dan Muka lebar. Ketika saya beranjak ke Sekolah Dasar, keluarga saya memutuskan untuk pindah sekolah dari desa ke Kabupaten kota. Nama julukan ini masih tetap digunakan, sampai ketika saya masuk ke sekolah yang baru, teman-teman menempelkan nama julukan ke saya yaitu Putri Sagu (Sagu adalah makan khas dari timur yang baunya sangat tidak enak). Oleh karena saya berasal dari desa sehingga saya diberi nama julukan seperti itu. Ketika saya beranjak ke Sekolah Menengah Pertama, teman-teman memberikan nama julukan baru yaitu Muka Berduri yang berarti wajah saya penuh duri yaitu jerawat yang timbul di wajah. Inilah nama-nama julukan yang diberikan ke saya sampai, ketika saya lulus SMP. Nama-nama ini sangat mengganggu kehidupan saya, karena dengan nama julukan ini saya melihat diri dengan kacamata yang berbeda kalau saya tidak cantik, tidak berharga dan sangat jelek di muka dunia. Inilah yang membuat saya minder dan tidak percaya diri. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di kota lain, dengan harapan saya ingin memulai sesuatu yang baru tanpa mendengar nama-nama julukan itu yang digunakan kepada saya.
Setelah saya menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama sekitar 3 tahun dan lulus, kemudian saya melanjutkan Sekolah Menengah Atas di kota yang baru dengan lingkungan yang baru dan teman-teman yang baru. Pindah sekolah adalah hal yang paling bahagia bagi saya, karena saya tidak mendengar nama-nama julukan itu, akan tetapi ketika saya memulai sekolah di tempat yang baru kurang lebih sekitar 2 tahun, sayapun masih mendapatkan nama julukan. Akan tetapi kali ini saya mendapatkan nama julukan yang bagi saya sangat indah yaitu ibu Penatua (penatua adalah orang yang membantu pelayanan di gereja). Nama ini bagi saya sebagai penghargaan yang diberikan Tuhan, mungkin karena saya menjadi anak Tuhan dan melayani dia sejak SMP hehehe. Yah saya sangat bahagia dengan nama julukan ini, sehingga saya mewujudkannya dengan melanjutkan sekolah di Universitas dengan mengambil konsentrasi di bidang pelayanan. Dengan harapan saya akan terus melayani Tuhan.
Mengingat masa lalu ini, saya merasa lucu karena Tuhan begitu baik. Dia membawa saya melewati masa-masa sulit dalam hidup ini sampai ke tempat yang tenang. Sejak kecil saya suka sekali menonton TV. Pernah suatu kali, papa bertanya pada saya. Nanti ketika kamu dewasa kamu ingin menjadi apa?, karena saya sering diberi nama julukan, dan saya sering menonton artis-artis di TV sehingga saya menjawab pertanyaan papa, bahwa kalua dewasa nanti saya ingin menjadi seorang artis, biar bisa tampil cantik, banyak uang, terkenal dan pastinya disukai banyak orang. Itulah jawaban yang saya berikan pada papa. Jawaban ini kalua saya ingat kembali rasanya lucu sekali hehehe. Tapi itulah dampak dari Bullying yang saya alami.
Bullying membuat hidup saya tidak tenang dan tidak bahagia. Akan tetapi Tuhan tidak ingin saya menyerah dengan hidup saya, melainkan Dia tetap menuntun saya, menyertai mimpi-mimpi saya sampai bisa saya wujudkan. Waktu kecil saya hanya melihat kota-kota besar lewat TV, tetapi Tuhan tahu keinginan saya sehingga Dia membawa saya untuk melihat dunia, sejak SMA sampai saya kuliah Dia memberikan tempat belajar yang sangat indah yang tidak pernah saya bayangkan. Saya ingat ayat dalam alkitab yang terdapat dalam Mazmur 23:1-6 bahwa Tuhan adalah gembalaku yang baik Dia menuntun aku bahkan Tuhan menyertaii aku. Ayat ini menjadi kekuatan bagiku bahwa tuhan tidak pernah meninggalkanku bahkan masa depan itu ada bagiku. Selain itu juga ketika saya telah lulus SMA dan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, Tuhan juga mengingatkan saya lewat papa dengan ayat alkitab yang terdapat dalam Yeremia 1:5 bahwa sebelum saya dibentuk dalam Rahim ibu, Tuhan sudah mengenal saya bahkan sebelum saya keluar dari Rahim ibu Tuhan sudah mengenal dan menguduskan saya. Ayat ini juga yang menjadi semangat saya untuk melanjutkan sekolah di tanah rantau jaduh dari keluarga. Dan sampai pada akhirnya saya bersyukur untuk orang-orang yang telah memberikan nama julukan bagi saya dari kecil sampai remaja.
Saya beryukur karena dari Bullying itu, Tuhan tetap sayang pada saya, tidak meninggalkan saya bahkan Dia menuntun saya, menjaga dan memberikan apa yang tidak saya pikirkan. Tuhan juga membuat saya bisa membuktikan bahwa anak yang dulu sering di Bullyng bisa lebih baik dari mereka yang membully. Oleh karena itu, mari berhentilah membully anak-anak atau teman-teman karena hal itu bisa mempengaruhi kehiudpan seseorang. Dan bagi yang menjadi korban bullying, jangan patah semangat. Hidupmu tidak tergantung pada orang yang membullymu begitu juga dengan masa depanmu, melainkan berada di tangan Tuhan, yang telah membentuk engkau sejak dari dalam kandungan. Jika kamu menyerah ingatlah Tuhan yang menciptakanmu dan mungkin kamu bisa mendengar lagu "You Are Loved (don't give up) dari Josh Groban. Masa depanmu sungguh ada dan Tuhan mencintaimu. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Vina memiliki julukan yang mirip dengan Platon ya. Jika nama asli Platon adalah Aristokles, atau sering dijuluki sebagai "jidat yang lebar" maka, Vina pun memiliki julukan "wajah lebar". Tetap semangat dalam menjalani hidup Vina.
ReplyDelete